Friday, May 29, 2009

Growling Sound of Pale Machine

Growling Sound of Pale Machine is a breakthrough from Southeast Asia.
An alternative rock band from Bogor,West Java-Indonesia,
formed in early 2008.

They recently released their debut album, Season of Fallen Knees.
Featuring 7 delicious songs, with grunge/blues/progressive-rock
inspired sound and beautiful lyrics.

The band was founded by Anggi Anggadireja(Lead Guitar) and Satari
Minhard(Producer), helped by Dodo(Bass), Iwank(Rhythm Guitar)
and later joined and named Growling Sound of Pale Machine by Chippy
Banyuadhi(Vocal).

Their single Seize All Madness recently air-played in radio for 4 weeks.
A mild start for hopefully great success.
A success that Growling Sound of Pale Machine wish to share to fellow
struggling artist/musician from their hometown,Bogor.

Growling Sound of Pale Machine is truly a hypnotizing breeze from Southeast.

Get Free Music from Our Website http://www.growlingsound.com

Tuesday, May 26, 2009

TAHUKAH ANDA?

Bagaimanakah cara menggendong atau memegang kelinci yang benar?
Berikut adalah cara/kebiasaan yang dilakukan dalam menggendong atau memegang kelinci:

- Cara yang SALAH seperti menarik kedua telinganya yang panjang, hal ini desebabkan karena:

Telinga kelinci merupakan bagian organ tubuh yang sangat sensitif karena selain untuk pendengaran, pengaturan suhu tubuh juga diatur pada organ telinga. Dalam segi medis, pembuluh darah pada organ telinga kelinci merupakan tempat untuk memasukkan obat ataupun pengambilan darah jika diperlukan


- Dua cara memegang kelinci yang BENAR:

* Pegang dari belakang kulit di daerah tengkuk hewan (leher atas) dengan salah satu tangan (punggung hewan di depan kita), tangan yang lain menopang area kaki belakang. (Gambar A)

* Hewan ditumpu oleh kedua lengan dengan kepala disalipkan di lekukan lengan dalam.( Gambar B).

Daerah pinggang (lumbar) kelinci merupakan daerah yang sangat sensitif untuk kasus patah tulang sehingga bila kita tidak menopang area kaki belakang pada saat kita mengangkat kelinci,resiko terjadinya patah tulang belakang (fracture lumbar spine) sangat besar.


Referensi:
1. Harkness JE, Wagner JE. 1995. The Biolgoy and Medicine of Rabbits and Rodents. 4th Ed. Williams & Wilkins.
2. http://www.ahwla.org.uk/site/tutorials/BVA/BVA08-Rabbit/Rabbit.html.
Rabbit Handling and Restraint.
3. www.urmc.rochester.edu/ucar/manual/handle.htm.
Handling of Common Laboratory Animals.

Friday, May 15, 2009

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis atau yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai penyakit tokso merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis). Topik ini seringkali dibahas dalam artikel atau media lainnya. Namun demikian, kesalahpahaman masyarakat terhadap penyakit ini kerapkali terjadi. Berikut ini adalah uraian singkat mengenai penyebab, cara penularan, pengobatan serta tindakan pencegahan terhadap penyakit tokso yang diharapkan dapat memberikan sedikit gambaran dan pemahaman dari penyakit ini.

Apakah Toxoplasma dan Toxoplasmosis itu ?
Toksoplasmosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh hewan bersel satu yang dikenal dengan istilah protozoa. Protozoa tersebut bernama (spesies) Toxoplasma gondii yang dapat menginfeksi hewan dan manusia

Apakah Toxoplasma itu virus?
Toksoplasmosis sangat ditakuti oleh masyarakat pada umumnya, terutama kaum hawa. Terlebih bagi mereka yang akan menikah ataupun yang sedang mengandung. Toksoplasmosis merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan keguguran (abortus) dan cacat fisik pada bayi yang dilahirkan. Selain toksoplasmosis, penyakit lain yang sering dikaitkan adalah Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes (disingkat menjadi TORCH). Namun 3 penyakit yang disebut belakangan disebabkan oleh virus; berbeda halnya dengan toksoplasmosis.

Toxoplasma menginfeksi siapa saja ?
Pada manusia, toksoplasmosis tidak hanya ditularkan kepada kaum hawa saja, namun laki-laki pun dapat terinfeksi penyakit ini.

Pada hewan, hampir semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi toksoplasma, seperti kucing, sapi, kuda, tikus, domba, anjing, ayam, burung, babi; dan demikian pula dengan beberapa hewan liar seperti musang, harimau, dan anjing hutan.

Namun golongan kucing (kucing domestik baik ras maupun lokal dan golongan kucing besar seperti harimau) merupakan definitive host dimana golongan kucing ini merupakan hewan yang dapat mengeluarkan ookista toksoplasma di kotorannya.

Bagaimana cara penularan toxoplasma ?
Kucing yang terinfeksi toxoplasma hanya menyebarkan ookista dalam jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 10 hari sejak terinfeksi. Setelah 10 hari jumlah ookista yang disebarkan biasanya sangat sedikit dan mempunyai resiko penularan yang sangat kecil. Penyebaran ookista ini biasanya terjadi pada kucing muda. Penyebaran ookista biasanya tidak terjadi pada kucing dewasa karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih baik dan relatif dapat mengendalikan sendiri infeksi toxoplasma tersebut.

Manusia atau hewan dapat tertular bila menelan kista atau ookista toxoplasma. Kista atau ookista ini bersifat seperti “telur”. Telur yang tertelan tersebut akan menetas dan berkembang di dalam tubuh hewan atau manusia.

Kista tersebut dapat hidup dalam otot (daging) manusia dan berbagai hewan lainnya. Penularan juga dapat terjadi bila hewan atau manusia tersebut memakan daging mentah atau daging setengah matang yang mengandung kista toxoplasma.

Kista toxoplasma juga dapat hidup di tanah dalam jangka waktu tertentu. Dari tanah ini toxoplasma dapat menyebar melalui hewan, tumbuh-tumbuhan atau sayuran yang kontak dengan kista tersebut.

Apakah orang yang tidak memelihara kucing dapat terinfeksi toksoplasma ?
Ya. Toxoplasma terdapat diseluruh dunia secara meluas. Kucing bukanlah sumber utama penularan toxoplasma. Kista bisa berada pada sayuran atau daging yang tidak dimasak sempurna, sehingga bila manusia memakan sayuran atau daging yang tidak dimasak sempurna, maka kemungkinan manusia tersebut terinfeksi toksoplasma sangat besar.

Apakah liur dan bulu kucing dapat menularkan toksoplasma ?
Tidak. Bentuk menular dari toxoplasma adalah bradizoit dan kista (ookista), kista hanya dikeluarkan oleh kucing yang positif terinfeksi melalui kotorannya (feces). Selama bulu dan liur kucing tidak mengandung kista, kita tidak akan tertular toxoplasma bila membelai bulu kucing. Bahkan bila pada bulu kucing terdapat kista, dan pindah ke tangan kita pada saat membelai bulunya, penularan masih bisa dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih.

Apakah toxoplasmosis dapat disembuhkan?
Bila anda ingin mengetahui apakah anda terinfeksi oleh toxoplasma atau tidak, konsultasikanlah kesehatan anda kepada dokter dan untuk mendukung diagnosa, pengujian laboratorium dapat dilakukan. Tidak perlu khawatir karena penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan sesuai anjuran dokter. Saran bagi pasangan yang ingin menikah sebaiknya lakukan pemeriksaan TORCH untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dan demikian pula halnya bagi pasangan yang telah menikah tetapi belum melakukan pemeriksaan TORCH sebelumnya.

Referensi:
1. Allen DG, Anderson DP, Jeffcott LB, Quesenberry KE, Radostits OM, Reeves PT. Wolf AM.: The Merck Veterinary Manual 9th Ed. Merial.
2. Montoya JG, Liesenfeld O.: Toxoplasmosis. Lancet. 2004 Jun 12;363(9425):1965-76
3. Waluyo N. : Seputar Toksoplasma. http//www. kucingkita.com